WISATA PULAU NAIN MANADO

Jika kalian berkesempatan mengunjungi kota Manado, Wisata Pulau Nain Manado  wajib menjadi tujuan wisata kalian. Pulau Nain adalah bagian dari kawasan Taman Nasional Bunaken. Menurut administratif, pulau ini terletak di Kecamatan Wori, tepatnya Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Karena jaraknya cukup dekat dari ibukota Sulawesi Utara, Manado, terkadang pasir timbul naik disebut sebagai Pasir Timbul Manado atau Pasir Timbul Nain Manado.

Di kawasan perairannya, terdapat dua pulau, diantaranya Pulau Nain Kecil dan Pulau Nain, dan ada pula beberapa pulau karang. Di Pulau Nain Kecil sendiri hanya terdapat daseng, yakni sebutan untuk pondok kecil sebagai tempat beristirahat para nelayan setelah melaut. Meskipun begitu, terdapat 3 kampung utama yakni Kampung Tarente, Kampung Tampi, dan Kampung Nain, hanya terdapat satu desa yang ada di pulau ini, yakni Desa Nain. Selain itu ada 4 suku yang tinggal di perairan dan pulau Nain, diantaranya suku Bugis, Gorontali, sangir, dan Bajo.

Baca Juga :

Pemukiman di Atas Air di Pulau Nain

Saat memasuki kawasan perairan di Pulau Nain, kalian akan melihat sejumlah rumah kayu yang tegak berdiri di atas air laut. Inilah pemukiman keturunan dari suku Bajo, sebagai Suku Pengelana paling tangguh yang ada di Nusantara. Bahkan suku ini dijuluki sebagai orang laut yang terkenal memiliki pemukiman di atas air, bahkan tersebar hingga di sejumlah kawasan di Asia Tenggara. Kesan eksotis dan natural begitu melekat saat bertandang ke Pulau Nain.

Keistimewaan Wisata Pulau Nain Manado    

Sebagai kawasan Taman Nasional Bunaken, kamu akan menyaksikan terumbu karang yang berjajar indah sebagai objek wisata unggulan, terutama bagi penggemar snorkeling dan diving. Seperti halnya Siladen, di sini juga ada gua laut yang siap menantang para penyelam. Namun di luar itu semua, andalan utama spot wisata Pulau Nain ialah pasir  timbulnya yang sangat terkenal dan memesona. Dengan kata lain, Pasit Timbul Nain telah melengkapi 5 objek wisata serupa yang ada di Indonesia, seperti Pulau Dodola di Maluku Utara, Pantai Ngurtafur di Maluku Tenggara, Pantai Sari Ringgung di Lampung, Pulau Pasir di Belitung, dan Pasir Lariti di NTB (Nusa Tenggara Barat).

Pasir Timbul – Keunikan Wisata Bahari di Nain

Salah satu keunikan objek wisata bahari di Indonesia adalah pasir timbul, dan salah satunya ada di perairan Nain. Sebenarnya pasir timbul sendiri tak selalu terlihat oleh mata, dan bisa setiap waktu kita temui. Pasir timbul biasanya hanya akan muncul saat air laut sedang surut pada pagi hari, kemudian menghilang pada siang hari ketika air sudah pasang. Bahkan ada yang menjuluki pasir ini dengan sebutan Pasir Bungin (delta), bak sepetak surga menjatuhi bumi Manado. Merupakan fenomena memukau walaupun hanya sekejap. Di sini kalian akan menyaksikan hamparan luas pasir putih yang dikelilingi air laut dangkal berwarna hijau toska yang dibingkai karang di tepian pantai.

Cara Menuju Pasir Timbul Nain

Cara menuju objek Wisata Pulau Nain Manado ini, jika berangkat dari arah Pelabuhan Manado memerlukan waktu tempuh 2 jam menggunakan transportasi laut longboat dengan teknologi mesin tempel berkapasitas 100 PK dan beratap rendah. Berbeda jika kalian dari Pulau Bunaken, waktu tempuh yang dibutuhkan hanya kurang dari 1 jam saja. Untuk mendapatkan tiket longboat lebih terjangkau, kalian harus mengajak rombongan.

Biasanya sejumlah longboat menawarkanf asilitas sarapan berupa nasi kuning khas Manado yang dibungkus menggunakan daun woka, serta air mineral. Selain longboat sebenarnya ada juga perahu bermesin dengan tarif lebih murah, hanya saja tidak direkomendasikan sebab model perahunya tidak beratap. Padahal menuju ke perairan Nain kalian akan melalui dua lokasi pantai yang ombaknya cukup besar. Selain itu, akan sangat menyulitkan saat kembali pada siang hari yang panasnya sangat terik dengan waktu tempuh 2 jam.

Sesaat sebelum kalian mendekati pasir timbul di perairan Nain, biasanya longboat melempar sauh terlebih dulu. Jadi, tak bisa merapat langsung di pantai Nain, sebab terhalang oleh perairan dangkal dan karang. Dari situlah perahu-perahu nelayan di perairan Nain akan menjemput kalian menggunakan perahu kecil berkapasitas 6 orang. Wah, seru banget kan?

 

Call Now
WhatsApp